Saturday, June 17, 2017

INFOGRAFIS Mainan Boneka untuk Anak Lelaki, Apakah salah?

INFOGRAFIS Mainan Boneka untuk Anak Lelaki, Apakah salah?

Tidak ada kelirunya berikan mainan boneka pada anak lelaki.
Jakarta Memberi mainan untuk buah hati memanglah tidak ada kelirunya. Namun mindset beberapa orang-tua sekarang ini umumnya membelikan http://giftgraduation.com/ mainan mobil-mobilan untuk anak lelaki serta demikian sebaliknya, membelikan boneka untuk anak perempuan. Tidak ada kelirunya memanglah.

Tetapi, menurut Psikolog Perubahan Anak dari Instansi Psikologi Terapan Kampus Indonesia serta Konselor Sekolah di Jabodetabek, Vera Itabilianan Hadiwidjojo, Psi, anak-anak umur dibawah lima th. atau balita tengah dalam step eksplorasi. Hingga orang-tua harusnya tidak membatasi type mainan spesifik untuk anak.

" Anak lelaki sukai boneka atau warna pink mengapa tidak. Demikian sebaliknya, anak perempuan main robot-robotan, mengapa tidak. Hanya jadi orang-tua tentu ada rasa cemas. Bagaimana kelak bila anak saya gemulai, kelak keterusan, " tuturnya, waktu acara Fisher Price serta didapati di Pondok Indah Mal, Jakarta, ditulis Jumat (4/7/2014).


Bila itu yang berlangsung, kata Vera, tersebut utamanya pendampingan waktu anak bermain. Karna penyimpangan seksual yang berlangsung waktu dewasa, sesungguhnya bukanlah karna salah tentukan mainan saat balita. Tetapi alur pengasuhan dalam mengarahkan gender pada anak yang pas.

" Ok, anak lelaki main boneka. Namun saat main, diarahkan anaknya untuk jadi lelaki. Misalnya, eh kamu jadi ayahnya ya. Jadi tidak usah dilarang bonekanya. Hanya dibelokin saja, " tuturnya.

Vera menjelaskan, anak umur 2-5 th. adalah umur dia mengikuti serta coba segalanya. Makin anak dilarang, itu bakal menyebabkan rasa bersalah pada dianya sampai dewasa.

" Anak lelaki yang dilarang main boneka umpamanya, ia bakal berasa bersalah terus-terusan, saya buruk, saya buat ibu geram. Jadi dampaknya negatif bila melarang atau membatasi satu type mainan pad anak, " katanya.

Vera memberikan, dengan membebaskan anak bermain apa sajakah, selanjutnya anak bakal pilih prefrensi sendiri waktu remaja. Hal semacam ini semakin lebih baik bila dirumah, ia di ajarkan untuk membedakan gendernya.

Umpamanya, katakan saja, 'ganteng banget anak ibu gunakan celana'. Satu hal lagi, kata Vera, kebebasan bermain ini cuma dikerjakan sebelumnya anak puber. Bila anak sudah puber, problem gender ini bakal jadi problem.
Vera memberikan, dengan membebaskan anak bermain apa sajakah, selanjutnya anak bakal pilih prefrensi sendiri waktu remaja. Hal semacam ini semakin lebih baik bila dirumah, ia di ajarkan untuk membedakan gendernya.

Umpamanya, katakan saja, 'ganteng banget anak ibu gunakan celana'. Satu hal lagi, kata Vera, kebebasan bermain ini cuma dikerjakan sebelumnya anak puber. Bila anak sudah puber, problem gender ini bakal jadi problem.

No comments:

Post a Comment